Thursday, 26 March 2015

Pidato Tentang Menyambut Bulan Ramadhan

 Pidato Tentang Menyambut Bulan Ramadhan -
Baiklah pada kesempatan kali ini saya akan berbagi mengenai  Pidato Tentang Menyambut Bulan Ramadhan , pidatonya sebagai berikut :

http://hielmyteori.blogspot.com/2015/03/pidato-tentang-menyambut-bulan-ramadhan.html

Assalamu'alaikum

الحمد  لله رب العامين   وبه نستعين   على امور الدنيا  والدين  والصلاة والسلام  على اشرف المرسلين  سيدنا ومولانا محمد  وعلى اله وصحبه اجمعين  ( اما بعد )
   Pertama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada alloh SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita semua dapat berkumpul di tempat yang insyaalloh di mulyakan oleh alloh SWT.
  
  Solawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada nabi kita yakni habibanna wanabiyyana Muhammad SAW, kepada para keluarganya, sahabatnya, tabi'in, tabi'atnya, dan kepada kita selaku umatnya semoga di yaumil akhir di berikan spaa'at olehnya.



Kaum muslimah dan muslimat yang berbahagia

    Kita berkumpul di masjid ini adalah untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadlan, kalau tidak salah beberapa bulan lagi bulan suci kunjung tiba, karena itu marilah kita sambut, kita songsong dengan penuh gembira agar kita memasuki bulan tersebut secara ikhlas dalam melaksanakan ibadah kepada Allah Swt. Bagi umat beriman dengan datangnya bulan suci Ramadlan merupakan arti tersendiri, karena bulan tersebut penuh dengan rahmat, maghfiroh, dan juga pembebasan dari api neraka.

Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati.

    Bila kita hidup dalam bulan dan mau menjalankan perintah Allah, baik. yang wajib maupun yang sunnat dengan ikhlas semata-mata mencari ridla Allah Swt, berarti keberuntungan yang sangat yakni berupa pahala sebagai bekal di akhirat kelak. Di bulan Ramadlan kita diperintah untuk melaksanakan puasa Ramadhan, puasa tersebut kita laksanakan dengan dasar iman, agar tergolong orang-orang yang benar-benar taqwa kepada Allah Swt. Mari malam harinya kita gunakan dengan melaksanakan shalat taroweh, baik secara berjama’ah, maupun secara sendirian. Ketahuilah bahwasannya segala amalan yang baik dikerjakan di bulan Ramadlan, maka pahalanya akan dilipat gandakan oleh Allah Swt.

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia.

    Bulan Ramadlan iman kita benar-benar diuji Allah Swt, apakah kita termasuk orang-orang yang sabar akan menjalankan perintahnya. Kalau kita sabar akan menjalani kewajiban puasa, maka berarti kita semua tergolong orang-orang yang beriman sesungguhnya.

Kaum muslimin dan muslimat yang berbahagia.

     Marilah kita tingkatkan amaliah kita dalam sehari-hari utamanva bulan yang akan datang, yaitu bulan Ramadlan. Mudah-mudahan kita masih dianugerahi oleh Allah kesehatan jasmani dan rokhani sehingga kita melaksanakan puasa Ramadlan dan melaksanakan perintah Allah, baik yang wajib, maupun yang sunnat. Kita songsong datangnya Ramadlan dengan penuh keceriaan, dan kegembiraan di tengah-tengah keluarga.

Kaum muslimin dan muslimat yang kami hormati. 

   Demikianlah pidato singkat yang dapat kami sampai dalam rangka menyambut datangnya bulan suci. Mudah-mudahan kesehatan tetap terlimpahkan  kepada kita semua, sehingga kita menjalankan ibadah puasa sampai penuh satu bulan.
Dengan pembicaraan saya semrawut tadi, mudah-mudahan membawa manfaat, amiin.
Wassalamu’alaikum Warahmatull ah i Wabarakaatuh.

Demikian Pidato Tentang Menyambut Bulan Ramadhan , semoga bermanfaat .

Pidato Tentang Menghadapi Ujian Nasional 2015-

Pidato Tentang Menghadapi Ujian Nasional 2015-
  Baiklah pada kesempatan kali ini saya akan berbagi mengenai  Pidato Tentang Menghadapi Ujian Nasional 2015, pidatonya sebagai berikut :
https://zee.gl/heulc1Tf


Assalamu'alaikum

الحمد  لله رب العامين   وبه نستعين   على امور الدنيا  والدين  والصلاة والسلام  على اشرف المرسلين  سيدنا ومولانا محمد  وعلى اله وصحبه اجمعين  ( اما بعد )
   Pertama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada alloh SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita semua dapat berkumpul di tempat yang insyaalloh di mulyakan oleh alloh SWT.
  
  Solawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada nabi kita yakni habibanna wanabiyyana Muhammad SAW, kepada para keluarganya, sahabatnya, tabi'in, tabi'atnya, dan kepada kita selaku umatnya semoga di yaumil akhir di berikan spaa'at olehnya.


Saya ucapkan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan kepada saya untuk menyampaikan pidato berjudul “Persiapan Menghadapi Ujian Nasional”.
Teman teman yang berbahagia,
Ujian Nasional 2015 sudah di depan mata, Ujian Nasional 2015 ini rencananya dilaksanakan pada bulan April mendatang. Ujian Nasional ini merupakan pintu gerbang untuk memasuki institusi pendidikan di jenjang yang lebih tinggi, yaitu perguruan tinggi. Banyak orang gagal mencapai keberhasilan karena mereka tidak memiliki berbagai persiapan dalam menghadapi ujian. Untuk itu ada beberapa tips atau kiat agar kita berhasil dan sukses menghadapi ujian nanti.
Teman teman yang saya banggakan
Pada kesempatan ini saya akan menyampaikan beberapa kiat mengahadapi Ujian Nasional, yaitu:
1.      Hadapilah ujian dengan tenang
Hadapilah ujian ini dengan sikap yang tenang dan , kita harus menyadari bahwa ujian sebagai sesuatu yang harus dihadapi dan dilalui. Sikap tenang akan memungkinkan kita menyusun rencana menentukan strategi dan menjalaninya dengan senang.
2.      Perbanyaklah berlatih mengerjakan soal dan jagalah kesehatan
Jika teman teman mengunjungi toko buku, banyak sekali terdapat buku persiapan UN. Buku tersebut berisi kumpulan soal ujian nasional tahun lalu dan soal prediksi ujian nasional tahun 2015. Selain kumpulan soal, terdapat pula kunci jawaban dan pembahasan sehingga teman teman dapat belajar dari buku tersebut. Namun, kita tidak boleh hanya terfokus pada belajar. Teman teman harus pandai memenage waktu kapan kita harus belajar, waktu istirahat, waktu makan, waktu untuk tidur dan sebagainya sehingga kita dapat menghadapi ujian nasional dengan kindisi yang sehat.
3.     Belajar kelompok
Belajar kelompok merupakan salah satu cara yang dapat dipakai para siswa untuk berbagi dengan teman yang lain dalam memecahkan soal dan saling menguatkan motivasi belajar dan prestasi.
4.      Efektifkan belajar di sekolah
Masih terdapat siswa yang datang ke sekolah dan hadir di kelas dengan alakadarnya atau sekadar hadir, tidak mengoptimalisasikan semua potensi dirinya untuk meraih hasil terbaik dalam daya serap materi maupun prestasinya. Padahal jika dimaksimalkan, niscaya hasilnya akan lebih bagus kalaupun tidak ditambah dengan les-les yang lain di luar jam sekolah.
5.      Mohon doa restu dari orang tua
Mohon doa restu kepada kedua orang tua adalah hal yang sangat penting agar kita diberi kemudahan dan kelancaran. Kedua orang tua kita akan dengan senang hati mendoakan putra-putrinya yang sedang berjuang menghadapi UN agar mereka berhasil.
6.      Lakukan sholat malam
Untuk yang beragama islam, dapat memperbanyak solat malam,untuk memperoleh ketenangan batin serta mendekatkan diri kepada Allah swt. tak lupa juga diiringi dengan doa, memohon kepada sang pencipta agar diberikan ketenangan jiwa, dibukakan pikiran dan hati yang jernih sehingga dapat focus dan konsentrasi pada saat menghadapi ujian nasional.
Teman teman yang saya sayangi,
Itulah beberapa kiat mengahadapi Ujian Nasional yang dapat saya sampaikan, sebelum saya mengakhiri pidato saya, saya menghimbau teman-teman agar dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi Ujian Nasional. Saya menyarankan agar teman-teman dapat memaksimalkan hal-hal yang telah disebutkan agar hasil Ujian Nasional yang kita dapatkan bisa maksimal pula. Terakhir, saya berharap semoga kita sukses Ujian Nasional 2015 dan lulus dengan hasil yang memuaskan.

Atas perhatian teman-teman saya ucapkan terima kasih, dan mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam bertutur kata.
Saya akhiri,
 wabillahi taufiq walhidayah, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Demikian Pidato Tentang Menghadapi Ujian Nasional 2015 , semoga bermanfaat.

Pidato Tentang Radiasi Handphone

 Pidato Tentang Radiasi Handphone -
Baiklah pada kesempatan kali ini saya akan berbagi mengenai  Pidato Tentang Radiasi Handphone , pidatonya sebagai berikut :
http://hielmyteori.blogspot.com/2015/03/tentang-radiasi-handphone-baiklahpada.html

Assalamu'alaikum

الحمد  لله رب العامين   وبه نستعين   على امور الدنيا  والدين  والصلاة والسلام  على اشرف المرسلين  سيدنا ومولانا محمد  وعلى اله وصحبه اجمعين  ( اما بعد )
   Pertama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada alloh SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita semua dapat berkumpul di tempat yang insyaalloh di mulyakan oleh alloh SWT.
  
  Solawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada nabi kita yakni habibanna wanabiyyana Muhammad SAW, kepada para keluarganya, sahabatnya, tabi'in, tabi'atnya, dan kepada kita selaku umatnya semoga di yaumil akhir di berikan spaa'at olehnya.

  Salah satu teknologi yang saat ini sedang trend dan digemari masyarakat Indonesia adalah Handphone ( HP ). Saat ini handphone bukanlah suatu hal yang dianggap mewah atau langka lagi. Handphone sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia. Dari kalangan bawah sampai kalangan atas sudah menggunakan handphone. Disamping harga yang ditawarkan cukup terjangkau, berbagai fitur Handphone juga diberikan sebagai penunjang majunya teknologi. Handphone yang awalnya hanya sekedar digunakan sebagai telpon dan SMS saja. Namun dengan semakin berkembangnya teknologi, sehingga perangkat Handphone semakin lengkap muali dari Game, Mp3, Kamera, Radio, dan koneksi Internet. Bahkan sekarang muncul teknologi baru untuk melengkapi komponen yaitu 3G. Dimana generasi ini telah merambah ke layanan internet secara Wireless. Teknologi ini telah merambah ke akses secara permanent Web, Video interaktif, dengan kualitas suara yang sangat baik sekualitas CD Audio Player hingga ke teknologi kamera video yang diintegrasikan dalam telepon seluller. Tapi perlu anda ketahui bahwa handphone mempunyai radiasi yang berbahaya bagi tubuh , yaitu sebagai berikut :


     Kekuatan radiasi handphone yang diterima otak atau yang dinamakan SAR (Specific Absorption Rate) diukur dalam satuan watt/kg. FCC menetapkan bahwa semua handphone yang memancarkan radiasi diatas 1.6 watt/kg dilarang untuk diproduksi (dilarang masuk di Amerika). Sebenarnya semua handphone yang beredar masih bisa dikategorikan “aman” karena tingkat SAR-nya masih dibawah 1.6 watt/kg. Meskipun demikian ada beberapa orang yang merasa agak pusing atau telinganya panas setelah menggunakan handphone-handphone yang dikategorikan “aman” tersebut. Jadi yang “betul-betul aman” (bukan sekedar “aman” saja) adalah yang tingkat radiasinya dibawah 1 watt/kg.
Khusus bagi masyarakat Indonesia, tingkat radiasi handphone bukanlah masalah yang patut dikawatirkan meskipun itu dapat menyebabkan kanker otak. Sebagaimana diketahui, radiasi handphone baru akan memiliki efek bahaya bila terpancar dalam waktu yang lama dan sering. Atau dengan kata lain, baru membahayakan bila sering menelpon menggunakan handphone dengan waktu pembicaraan yang lama. Hal seperti itu sangatlah jarang dilakukan sebagian besar pengguna handphone di Indonesia yang notabene.
Saat ponsel aktif menerima panggilan, ponsel tersebut ditempelkan pada radiasi meter, seperti halnya kalau kita memakai ponsel dengan menempelkan di telinga. Di sini radiasi meter mencatat adanya paparan radiasi antara 5 mili rem /jam bahkan ada yang sampai 80 mili rem /jam. Padahal, ambang batas yang bisa diterima oleh manusia secara umum adalah 0,125 mili rem /jam-nya.

  Jadi Kalian Semua Pengguna Handphone berhati-hatilah saat menggunakannya , kalian harus pintar-pintar saat mau menggunakan handphone , cintailah terus tubuhmu jauhi dari radiasi-radiasi yang membahayakan .

   Demikian yang bisa saya sampaikan , mohon maaf atas segla kesalahannya , sekian dan terimakasih .

Wassalamu'alaikum wr.wb

Demikian Pidato Tentang Radiasi Handphone , semoga bermanfaat.

Pidato Tentang Tiga Amalan Baik

 Pidato Tentang Tiga Amalan Baik -
Baiklah pada kesempatan kali ini saya akan berbagi mengenai  Pidato Tentang Tiga Amalan Baik , pidatonya sebagai berikut :

http://hielmyteori.blogspot.com/2015/03/pidato-tentang-tiga-amalan-baik.html
Assalamu'alaikum

الحمد  لله رب العامين   وبه نستعين   على امور الدنيا  والدين  والصلاة والسلام  على اشرف المرسلين  سيدنا ومولانا محمد  وعلى اله وصحبه اجمعين  ( اما بعد )
   Pertama marilah kita panjatkan puji dan syukur kepada alloh SWT yang telah memberikan kesempatan kepada kita semua dapat berkumpul di tempat yang insyaalloh di mulyakan oleh alloh SWT.
  
  Solawat serta salam semoga terlimpah curahkan kepada nabi kita yakni habibanna wanabiyyana Muhammad SAW, kepada para keluarganya, sahabatnya, tabi'in, tabi'atnya, dan kepada kita selaku umatnya semoga di yaumil akhir di berikan spaa'at olehnya. 
 Bumi yang kita tempati adalah planet yang selalu berputar, ada siang dan ada malam. Roda kehidupan dunia juga tidak pernah berhenti. Kadang naik kadang turun. Ada suka ada duka. Ada senyum ada tangis. Kadangkala dipuji tapi pada suatu saat kita dicaci. Jangan harapkan ada keabadian perjalanan hidup.
Oleh sebab itu, agar tidak terombang-ambing dan tetap tegar dalam menghadapi segala kemungkinan tantangan hidup kita harus memiliki pegangan dan amalan dalam hidup. Tiga amalan baik tersebut adalah Istiqomah, Istikharah dan Istighfar yang kita singkat TIGA IS.

  1. Istiqomah. yaitu kokoh dalam aqidah dan konsisten dalam beribadah. Begitu pentingnya istiqomah ini sampai Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam berpesan kepada seseorang seperti dalam Al-Hadits berikut:
    عَنْ أَبِيْ سُفْيَانَ بْنِ عَبْدِ اللهِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قُلْتُ يَا رَسُوْلَ اللهِ، قُلْ لِيْ فِي اْلإِسْلاَمِ قَوْلاً لاَ أَسْأَلُهُ عَنْهُ أَحَدًا غَيْرَكَ. قَالَ: قُلْ آمَنْتُ بِاللهِ ثُمَّ اسْتَقِمْ. (رواه مسلم).
    “Dari Abi Sufyan bin Abdullah Radhiallaahu anhu berkata: Aku telah berkata, “Wahai asulullah katakanlah kepadaku pesan dalam Islam sehingga aku tidak perlu bertanya kepada orang lain selain engkau. Nabi menjawab, ‘Katakanlah aku telah beriman kepada Allah kemudian beristiqamahlah’.” (HR. Muslim).

    Orang yang istiqamah selalu kokoh dalam aqidah dan tidak goyang keimanan bersama dalam tantangan hidup. Sekalipun dihadapkan pada persoalan hidup, ibadah tidak ikut redup, kantong kering atau tebal, tetap memperhatikan haram halal, dicaci dipuji, sujud pantang berhenti, sekalipun ia memiliki fasilitas kenikmatan, ia tidak tergoda melakukan kemaksiatan.
    Orang seperti itulah yang dipuji Allah Subhannahu wa Ta’ala dalam Al-Qur-an surat Fushshilat ayat 30:
    “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: “Tuhan kami ialah Allah” kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatahkan): “Janganlah kamu merasa takut, dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.” (Qs. Fushshilat: 30)
  2. Istikharah, selalu mohon petunjuk Allah dalam setiap langkah dan penuh pertimbangan dalam setiap keputusan.

    Setiap orang mempunyai kebebasan untuk berbicara dan melakukan suatu perbuatan. Akan tetapi menurut Islam, tidak ada kebebasan yang tanpa batas, dan batas-batas tersebut adalah aturan-aturan agama. Maka seorang muslim yang benar, selalu berfikir berkali-kali sebelum melakukan tindakan atau mengucapkan sebuah ucapan serta ia selalu mohon petunjuk kepada Allah.
    Nabi Shalallaahu alaihi wasalam pernah bersabda:
    مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ. (رواه البخاري ومسلم عن أبي هريرة).
    Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka berkatalah yang baik atau diamlah. (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah).

    Orang bijak berkata “Think today and speak tomorrow” (berfikirlah hari ini dan bicaralah esok hari).
    Kalau ucapan itu tidak baik apalagi sampai menyakitkan orang lain maka tahanlah, jangan diucapkan, sekalipun menahan ucapan tersebut terasa sakit. Tapi ucapan itu benar dan baik maka katakanlah jangan ditahan sebab lidah kita menjadi lemas untuk bisa meneriakkan kebenaran dan keadilan serta menegakkan amar ma’ruf nahi munkar.

    Mengenai kebebasan ini, malaikat Jibril pernah datang kepada Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam untuk memberikan rambu-rambu kehidupan, beliau bersabda:
    أَتَانِيْ جِبْرِيْلُ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدًا عِشْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَيِّتٌ، وَأَحْبِبْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مُفَارِقٌ، وَاعْمَلْ مَا شِئْتَ فَإِنَّكَ مَجْزِيٌّ بِهِ. (رواه البيهقي عن جابر).
    Jibril telah datang kepadaku dan berkata: Hai Muhammad hiduplah sesukamu, tapi sesungguhnya engkau suatu saat akan mati, cintailah apa yang engkau sukai tapi engkau suatu saat pasti berpisah juga dan lakukanlah apa yang engkau inginkan sesungguhnya semua itu ada balasannya. (HR.Baihaqi dari Jabir).

    Sabda Nabi Shalallaahu alaihi wasalam ini semakin penting untuk diresapi ketika akhir-akhir ini dengan dalih kebebasan, banyak orang berbicara tanpa logika dan data yang benar dan bertindak sekehendakya tanpa mengindahkan etika agama . Para pakar barang kali untuk saat-saat ini, lebih bijaksana untuk banyak mendengar daripada berbicara yang kadang-kadang justru membingungkan masyarakat.
    Kita memasyarakatkan istikharah dalam segala langkah kita, agar kita benar-benar bertindak secara benar dan tidak menimbulkan kekecewaan di kemudian hari.
    Nabi Muhammad Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
    مَا خَابَ مَنِ اسْتَخَارَ وَلاَ نَدِمَ مَنِ اسْتَشَارَ وَلاَ عَالَ مَنِ اقْتَصَدَ.
    Tidak akan rugi orang yang beristikharah, tidak akan kecewa orang yang bermusyawarah dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat. (HR. Thabrani dari Anas)
  3. Istighfar, yaitu selalu instropeksi diri dan mohon ampunan kepada Allah Rabbul Izati.

    Setiap orang pernah melakukan kesalahan baik sebagai individu maupun kesalahan sebagai sebuah bangsa. Setiap kesalahan dan dosa itu sebenarnya penyakit yang merusak kehidupan kita. Oleh karena ia harus diobati.
    Tidak sedikit persoalan besar yang kita hadapi akhir-akhir ini yang diakibatkan kesalahan kita sendiri. Saatnya kita instropeksi masa lalu, memohon ampun kepada Allah, melakukan koreksi untuk menyongsong masa depan yang lebih cerah dengan penuh keridloan Allah.
    Dalam persoalan ekonomi, jika rizki Allah tidak sampai kepada kita disebabkan karena kemalasan kita, maka yang diobati adalah sifat malas itu. Kita tidak boleh menjadi umat pemalas. Malas adalah bagian dari musuh kita. Jika kesulitan ekonomi tersebut, karena kita kurang bisa melakukan terobosan-teroboan yang produktif, maka kreatifitas dan etos kerja umat yang harus kita tumbuhkan.
    Akan tetapi adakalanya kehidupan sosial ekonomi sebuah bangsa mengalami kesulitan. Kesulitan itu disebabkan karena dosa-dosa masa lalu yang menumpuk yang belum bertaubat darinya secara massal. Jika itu penyebabnya, maka obat satu-satunya adalah beristighfar dan bertobat.
    Allah berfirman yang mengisahkan seruan Nabi Hud Alaihissalam, kepada kaumnya:
    “Dan (Hud) berkata, hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa” (QS. Hud:52).
Para Jamaah yang dimuliakan Allah
Sekali lagi, tiada kehidupan yang sepi dari tantangan dan godaan. Agar kita tetap tegar dan selamat dalam berbagai gelombang kehidupan, tidak bisa tidak kita harus memiliki dan melakukan TIGA IS di atas yaitu Istiqomah, Istikharah dan Istighfar.
Mudah-mudahan Allah memberi kekuatan kepada kita untuk menatap masa depan dengan keimanan dan rahmatNya yang melimpah. Amin 

Wassalamu'alikum wr.wb

Demikian  Pidato Tentang Tiga Amalan Baik , semoga bermanfaat.

Pidato Tentang Wabah Penyakit Covid 19

Pidato Tentang Wabah Penyakit Covid 19 Baiklah pada kesempatan ini saya akan berbagi materi mengenai  Pidato Tentang Wabah Penyakit Cov...